Wednesday, March 4, 2015

About Breaking Up

Well.
Here's what I learned.
Semua kasus ngga ada yang sama. Nggak bisa dibandingin satu sama lain.
Tokoh yang menjalani berbeda, which means responsnya terhadap sesuatu akan beda juga.
Saran yang dikasih orang-orang juga akan beda, walaupun polanya biasanya mirip. Kalo cerita ke cowo biasanya inti sarannya begini. Kalo cerita ke cewe biasanya inti sarannya begitu.
Kenapa begitu? Karena biasanya cewe mementingkan perasaan, cowo biasanya mementingkan logika.
Tapi ada juga cowo yang pake perasaan dan cewe yang pake logika. Makanya kadang sarannya suka agak beda.
Gue sendiri biasanya jadi cewe yang pake logika, kecuali sekarang. Mendadak tumpul. Kecepatan air mata sama otak nggak seimbang.
Dan yang paling tau tentang apa yang dibutuhkan adalah orang yang terlibat langsung. Pasangan yang putus itu. No one's understand, no matter how many times they told you they understand how you feel.
Dan yang bisa menjawab dan menyelesaikannya hanya pasangan itu.
Jadi semua balik lagi ke mereka berdua. Tentang gengsi mereka, tentang perasaan mereka yang sebenarnya, tentang semua pertanyaan yang tak terjawab.

No comments:

Post a Comment